Gula Merah

Kisah Micros: Burjo Barokah Si Udin

burjo

Burjo itu lokasinya di depan Kopkun Swalayan 2, Karangwangkal. Namanya cukup panjang, Burjo Subur Barokah Jaya. Sajiannya tentu saja bubur kacang ijo, aneka mie instan, nasi telor dan berbagai minuman dingin-panas. Di sana, Mbak Ajrini dan Mas Udin bekerja saban hari.

Mbak Ajrini menjadi anggota Kopkun sejak Microfinance Service (Micros) dibuka. Penjangkauan dan sosialisasi Tim Micros membuat Mbak Ajrini mau bergabung dalam program Nabung Berdaya. Selepas tiga bulan ikut Nabung Berdaya, akhirnya memilih menjadi anggota. Bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) peserta Nabung Berdaya memang ditawarkan keanggotaan selepas tiga bulan. Bila memilih tidak, maka seluruh tabungan akan dikembalikan.

Pasangan asal Kuningan itu sudah tiga tahun membuka usaha burjo di area Unsoed. “Kalau lagi ramai sehari bisa dapat bersih 300 ribu rupiah. Kalau lagi libur begini, rata-rata sekitar 150 ribu”, terang Mas Udin. Selain diperuntukkan untuk cukupi kebutuhan harian, mereka sisihkan 50 ribu tiap hari untuk tabungan kontrakan. Sebagian yang lain tiap bulan mereka kirim ke Kuningan untuk orang tua dan mertua.

Mereka buka warung burjonya jam 10 pagi sampai tiga dini hari. Sehingga tak heran bila hasilnya cukup menggembirakan. Untuk kebutuhan warung mereka tinggal order via SMS dan akan diantar hari berikutnya. Seperti warung lainnya, keuntungan paling besar adalah menu minuman.

Tiap hari Melinda, staf Micros mengambil tabungan mereka. “Saat ini baru 10 ribu tiap hari, Om. Enak se diambil tiap hari sama Mbak Melinda”, terang Udin. Sedang Ajrini, ibu muda beranak satu itu, membantu suaminya mengelola warung burjo. Selain itu ia juga mencoba bisnis online, “Di samping kan ada toko tas teman, Om. Jadi saya bawa ke kos buat dijual ke tetangga-tetangga. Atau saya foto buat dijual online”, terangnya.

Lokasinya yang berdekatan dengan Kopkun Swalayan membuat Ajrini suka belanja di sana. Ia bilang harganya murah daripada toko moderen lainnya. “Tambah ada diskon 5%, jadi tambah murah lagi. Terus barangnya juga lengkap”, ujar anggota pemilik nomor kartu 1535 itu. Biasanya ia belanja mulai dari pampers, sabun, gula, snack dan juga susu untuk anaknya yang masih berusia dua tahun itu.

Pada kunjungan itu, kami menjelaskan juga agar Mbak Ajrini dan Mas Udin meningkatkan tabungannya. “Misal begini, tiap hari nabung 40 ribu. Tapi dipecah-pecah jadi beberapa simpanan. Misalnya 15 ribu untuk Simpanan Wajib, 10 ribu Simpanan Harian, 5 ribu Simpanan Pendidikan, 10 ribu Simpanan Hari Raya. Tujuannya agar setiap kebutuhan bisa tercukupi tepat pada waktunya. Misalnya Simpanan Pendidikan untuk menyiapkan berbagai biaya nanti bila anak Mas Udin masuk sekolah”.

“Iya, Om. Makasih masukannya. Besok kalau Mbak Melinda ke sini saya nanya lebih lanjut”. terang pria yang sedang membangun rumah di kampung halamannya itu. “Sekarang lagi ngumpulin besi, batu, semen dan yang lain. Kalau tanah, alhamdulillah sudah ada, Om”, ucapnya dengan senyum bahagia. []

About Author: kopkun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

adv bawah kotak
adv dalam