Gula Merah

Kopkun Ikuti Deklarasi Kosakti di Jakarta

kosakti
kosakti 1

Menteri Koperasi AAGN Puspayoga sedang memberi sambutan utama di Deklarasi Koperasi Trisakti

Sekitar 100an orang memadati Auditorium Kemenkop UKM RI Jakarta. Acara deklarasi itu dihadiri juga Menteri Koperasi AAGN Puspayoga, HC. dan Prof. Sri Edi Swasono, HC., “Kosakti adalah gerakan, buka semata sebagai organisasi mikro koperasi. Gerakan ini awalnya diinisiasi oleh para aktivis sosial yang bergerak di berbagai bidang, yang melihat adanya kondisi sosial ekonomi kita yang cenderung makin memburuk”, ujar Suroto, HC. Ketua Umum Kosakti dalam sambutannya.

Kosakti atau Koperasi Trisakti Bhakti Pertiwi merupakan koperasi multi stakeholder yang bertujuan mempertemukan antara produsen dan konsumen. Model ini juga dikenal sebagai koperasi prosumen. Harapannya dengan model prosumen, rantai ekonomi akan berjalan lebih adil (fair trade). Tengkulak dan modus rent seeking lainnya bisa dipangkas sehingga akan menguntungkan bagi produsen dan konsumen karena keduanya adalah pemilik.

Dalam testimoning panjangnya, Guru Besar Ekonomi UI, Prof. Sri Edi Swasono, HC. mengungkapkan, “Koperasi memang harus dipahami sebagai mikro organisasi dan sistem makro sekaligus. Misalnya dulu itu harusnya Indosat bisa dimiliki oleh masyarakat luas. Caranya dengan menjualnya ke masyarakat, bukan ke Singtel. Saya pernah sampaikan proposal teknisnya pada pemerintah yang dulu bagaimana agar saham itu dimiliki oleh pelanggan. Kita semua ini, yang pakai ponsel adalah pelanggan”. terangnya.

Ia melanjutkan, “Bila perusahaan dimiliki oleh pelanggannya, maka perusahaan itu akan adil dalam menetapkan harga. Itulah cita-cita koperasi dalam Pasal 33 UUD 1945”. Sehingga koperasi dalam gambaran itu tak hanya mengelola yang kecil-kecil. Namun koperasi dapat berperan besar dalam pengelolaan aset-aset strategis seperti yang hari ini dikelola oleh BUMN. Dalam kasus lain, beliu mengkritik mengapa demonstrasi buruh di Indonesia hanya menuntut kenaikan upah. Harusnya mulai menuntut pemilikan saham oleh karyawan.

Sentilan itu dilanjut oleh Zumrotin, HC., Aktivis Senior Indonesia yang mengisahkan bagaimana Koperasi Trisakti terbentuk dari kegelisahan melihat masalah sosial-ekonomi di masyarakat. Lantas dilanjutkan dengan pembacaan Manifesto Gerakan Koperasi Bhakti Pertiwi yang berisi: “1. Memperjuangkan terwujudnya tiga pilar Trisakti: Mandiri di bidang ekonomi, Berdaulat dalam politi dan Berkarakter dalam budaya; 2. Mewujudkan demokrasi ekonomi dengan menjunjung azas kekeluargaan dan kegotongroyongan; dan 3. Berpijak pada nilai-nilai dan prinsip koperasi dalam setiap gerak perjuangan”.

Puncak acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Koperasi AAGN Puspayoga, HC. Dalam sambutannya beliau mengatakan, “Untuk membangun koperasi di Indonesia maka dibutuhkan basis data yang benar. Sehingga kami sudah melakukan penghapusan koperasi-koperasi papan nama. Dulu tersebut jumlah koperasi 209 ribu, sekarang jumlah koperasi hanya 174 ribu”. Ia menambahkan, “Presiden sudah memberi amanat bahwa harus ada Reformasi Total Koperasi. Reformasi ini dalam rangka meningkatkan kualitas koperasi dan tentu saja agar dampak koperasi menjadi lebih besar di masyarakat luas”.

Kegiatan yang diadakan pada Senin, 30 November 2015 itu diakhiri dengan Diskusi Publik yang menghadirkan Sri Palupi, HC. (Ecosoc Institute), Eva Sundari (Anggota DPR RI), Suroto, HC. (Ketua Kosakti) dan M. Taufik, HC. (Staf Ahli Kemenkop UKM RI). Dalam diskusi itu berbagai best practice koperasi di tanah air disampaikan yang diikuti pencarian model gerakan Koperasi Trisakti ke depan. “Koperasi bukan hanya ngurus yang kecil-kecil, maka Koperasi Trisakti harusnya juga sudah berpikir untuk membeli saham Freeport oleh masyarakat luas. Inilah bentuk demokrasi ekonomi yang paling nyata”, ujar Eva Sundari, HC. []

About Author: kopkun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

adv bawah kotak
adv dalam