Gula Merah

Kopkun Institute Bikin Workshop DNA

dna1

Sedikitnya 18 peserta terdiri beragam latar belakang ikut workshop yang digelar Kopkun Institute pada 30 Maret 2016 lalu. Workshop itu mengangkat hal yang relatif baru bagi teman-teman aktivis koperasi dan gerakan sosial lainnya. Namanya Discourse Network Analysis atau enaknya disebut DNA.

Menurut Sobirin, demikian akrab disapa, “DNA merupakan hasil perkawinan dari discourse analysis yang fokus pada analisis wacana dengan social network analysis. Discourse analysis atau analisis wacana fokus pada isi teks atau dokumen sedangkan social network analysis fokus pada sebarannya”, ujar Direktur Desantara Foundation itu.

Metode ini di Indonesia masih sangat baru dan digunakan secara terbatas oleh teman-teman aktivis sosial. Kelebihannya adalah DNA dapat memotret isu baik dari segi kedalamannya dan keluasan sebarannya. “Analoginya dengan DNA kita bisa mengetahui siapa bicara apa secara intensif dan relasi isu tersebut dengan orang atau aktor lainnya. Jadi kita bisa tahu persis bagaimana suatu isu dibicarakan oleh pihak tertentu dan direspon oleh pihak lain”, terangnya.

Pria yang juga adalah Sekum Koperasi Trisakti itu memulai workshop dengan memaparkan bagaimana keberadaan social media telah merubah pola komunikasi. Internet dan perangkat teknologi informasi memberi peluang bagi masyarakat sipil untuk mempengaruhi lalu lintas isu dari media-media besar selama ini. “Ada contoh menarik bagaimana seorang perempuan yang awalnya hanya ibu rumah tangga menjadi “terkenal” berkat amplifikasi yang dilakukan oleh netizen pada isu tertentu”. “Nah biasanya setelah ada amplifikasi di social media, media besar akan ikut memuatnya”, jelas Sobirin.

Selain membagi ilmunya di Purwokerto, Sobirin juga memberikan software DNA yang dikembangkan oleh Phillip Leifeld. Peserta saat itu juga langsung dilatih bagaimana menggunakan software tersebut dan mempraktikannya dengan kasus tertentu. “Software ini gunanya untuk membantu mevisualisasikan bagaimana pola sebaran isu dan siapa saja aktor-aktornya. Untuk bisa mencapai hal itu, kita harus membaca setiap berita yang dientri dalam software ini kemudian menentukan premis-premis utamanya”, katanya.

Dalam pengalaman panjangnya, Sobirin yang juga aktif mengawal Omahkendeng.org, pernah mengumpulkan, membaca serta menganalisis 230an berita di berbagai media online untuk masalah pabrik semen, Kendeng, Pati. “Hasilnya, memuaskan. Kita tahu persis siapa mengatakan apa, pada saat kapan dan dimana. Hal ini sangat membantu teman-teman aktivis yang terlibat dalam kerja-kerja advokasinya”.

Sebagai salah satu metode knowledge management atawa manajemen pengetahuan, DNA tentu saja sekedar alat bantu. Proses artikulasi pengetahuan baru sesuai dengan kebutuhan lapangan adalah vital. Dengan mengetahui ragam komplesitas isu sosial pada ruang atau wilayah tertentu hal utamanya adalah bagaimana mempengaruhi atau merubahnya. []

About Author: kopkun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

adv bawah kotak
adv dalam