Gula Merah

Reportase RAT 10: Koperasi Karya Utama Nusantara

nama

Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan forum tertinggi anggota koperasi. Lewat forum ini berbagai kebijakan dan keputusan strategis disepakati. Salah satu keputusan yang dihasilkan RAT Kopkun ke-10 Tutup Buku Tahun 2016 adalah melakukan perubahan nama.

Peraturan Menteri Koperasi Nomor 10/Per/M.KUKM/IX/2015 mengatur nama koperasi sedikitnya tersusun atas tiga kata. Nama Kopkun sebelumnya adalah “Koperasi Konsumen Kopkun” dimana kata “konsumen” tidak boleh digunakan karena termasuk jenis koperasi.

Dalam RAT itu anggota memberikan usul calon nama yang sebelumnya telah disosialisasikan lewat SMS dan WAG Anggota Kopkun. Salah satu parameter nama itu bila disingkat harus berbunyi “Kopkun”. Hal itu karena brand image sudah dikenal dimana-mana. Dalam jaring calon nama itu muncul beberapa pilihan sebagai berikut:

1. Koperasi Kapita Ultima Nusantara
2. Koperasi Kawula Utama Niscaya
3. Koperasi Karya Usaha Niaga
4. Koperasi Karya Usaha Nasional
5. Koperasi Karya Utama Nusantara
6. Koperasi Karya Usaha Nyata

Dengan mempertimbangkan efektivitas dan tanpa mengurangi makna, voting terbuka dilakukan. Dari enam pilihan itu sebagian besar peserta RAT memilih “Koperasi Karya Utama Nusantara” yang disingkat “Kopkun”. Pasca itu Presidium Sidang membuatkan ketetapan RAT dengan membacakan konsiderannya. Resmilah per 30 Maret 2017 nama Kopkun menjadi Koperasi Karya Utama Nusantara.

Makna umum dari nama tersebut yakni koperasi sebagai sebuah karya (usaha/ perusahaan) yang memiliki nilai dan spirit yang utama. Nilai dan spirit utama itu seperti terkandung dalam pernyataan identitas koperasi (ICA¬†Cooperative¬†Identity Statement, 1995). Sedangkan kata “Nusantara” dimaknai sebagai cita-cita besar Kopkun tersebar luas di Indonesia.

Perubahan nama ini menjadi momen baru bagi seluruh unsur: Pengurus, Pengawas, Manajemen dan Anggota menyatukan energi dan melipatgandakan ikhtiar membangun koperasi yang menyejahterakan anggota dan masyarakat pada umumnya. []

Keterangan:

1. Tentang Permenkop Nomor 10/Per/M.KUKM/IX/2015 [klik di sini]

2. Tentang ICIS 1995 [klik di sini]

About Author: kopkun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

adv bawah kotak
adv dalam