Gula Merah

Talkshow Bisnis Kreatif Bersama Kaos Ngapak dan Nona Heena

20160401003800

Tampil sebagai narasumber dalam Talkshow Bisnis Kreatif adalah Pujianto (Owner Kaos Ngapak) dan Rusi Inda (Owner Nona Heena). Talkshow itu dipandu Aef Nandi, HC. sebagai host yang kece badai. “Selamat pagi!”, “Luarrrrr biasaaa!”, seru Aef dan disambut peserta talkshow, 23 Maret 2016.

Talkshow tersebut sebagai kegiatan pengatar sebelum Rapat Anggota Tahunan atau RAT Koperasi Konsumen Kopkun tahun buku 2015. Sekitar 100 peserta yang terdiri dari anggota Kopkun dan tamu undangan mengikuti dengan antusias penuturan dua usahawan muda itu.

“Saya memulainya dari kamar kos. Kalau siang jadi tempat usaha, malam hari sebagai tempat tidur. Modal awalnya dapat dari Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dan terus berkembang”, terang Pujianto yang akrab disapa “Puji Kaos Ngapak” itu. Puji merupakan mahasiswa Unsoed yang menekuni bisnis kaos kreatif dengan desain menggunakan bahasa atau ikon Banyumasan.

Ditanya soal kompetitor dan strategi, usahawan usia 25 tahunan itu menerangkan, “Selain saya, pemain lain dengan desain Banyumasan itu banyak. Jadi saya harus bikin strategi khusus, seperti: saya menerapkan membership dengan manfaat diskon dan garansi 30 hari bila rusak”. Selain itu, Puji menerangkan bahwa dirinya sangat terbantu dengan website dalam memasarkan produknya. “Sekarang zaman online, jadi saya pakai online. Dan alhamdulillah berkat website produk saya pernah mencetak kaos untuk instansi di luar Jawa. Juga beberapa untuk konsumen di Hongkong, Malaysia, Taiwan dan lainnya”, katanya penuh semangat.

Berbeda dengan Puji, Rusi Inda mengawali usahanya dari keisengan. Tangannya yang tak mau diam membuahkan rupiah berjuta-juta. “Awalnya saya iseng saja mainan heena. Adik dan beberapa teman saya heena tangannya. Saya foto lalu posting di Instagram dari sanalah kemudian saya melihat potensi bisnis ini besar”, ujarnya.

Ketika ditanya strategi pemasaran perempuan 22 tahunan itu menjelaskan, “Praktis semuanya online. Sekarang IG saya followernya 20 ribu dan satu lagi 50 ribu, semuanya riil akun. Saya sendiri bermain di segmen menengah-atas. Ono rego ono rupo, kualitas yang saya berikan”. Dengan malu-malu saat ditanya paket Nona Heena, mahasisiwi Unsoed itu menjawab, “Kalau lokal Purwokerto sekitar 350-500 ribu. Kalau luar Jawa bisa sampai 2 juta belum termasuk transportasi dan akomodasi. Ya sekalian jalan-jalan”, jawabnya sambil tertawa.

Di penghujung, Aef Nandi yang juga Pengurus IC Coop, menanyakan kepada mereka berdua, “Hal apa yang bisa memotivasi anak-anak muda untuk mau berbisnis seperta kalian?” “Kalau boleh buka-bukaan, rasanya itu bahagia sekali bisa memberi kebahagiaan kepada orang lain, dalam hal ini 7 karyawan saya. Saya menggaji mereka dan gaji itu dinikmati tak hanya oleh karyawan saya tapi juga keluarganya”, ujar Puji yang sekarang sudah punya 2 cabang.

“Dulu motif saya sederhana, bagaimana bertahan hidup, bisa makan. Ya karena saat itu kondisi ekonomi keluarga sedang kurang baik. Jadi kalau memang ada mahasiswa yang mengalami kondisi seperti itu, bisnis bisa menjadi solusinya. Saya membuktikan sendiri, meskipun ini semua masih dalam proses”, terang Rusi yang omset usahanya sekarang sampai juataan rupiah per bulan. []

About Author: kopkun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

adv bawah kotak
adv dalam