Gula Merah

The Rochdale Pioneers, Koperasi Modern Pertama di Dunia

Museum-02-High-Res-Copy3

Oleh: Aef Nandi, HC.

Di awal abad ke – 19, mayoritas buruh pabrik di Inggris bekerja dalam lingkungan yang buruk, jam kerja panjang, upah murah dan biaya hidup mahal. Akibatnya banyak dari mereka hidup dalam bilik kumuh dan menderita kelaparan. Karenanya, gerakan menuntut tatanan hidup yang lebih baik gencar berkumandang. Salah satunya oleh para Owenite, yaitu para pengikut Robert Owen.

Robert Owen adalah pengusaha baik hati. Ia menggagas pentingnya pendidikan, perumahan, jam kerja,upah layak serta kepemilikan usaha bagi para buruh. Pengikut Owen tersebar di banyak tempat, salah satunya di kota kecil, Rochdale. Mereka melakukan kerja advokasi dan gerakan penyadaran bagi buruh miskin di kota sentra industri tekstil itu.

Upaya mereka berhasil, dimana pada 14 Agustus 1844 puluhan buruh sepakat mendirikan koperasi . Namun, karena tak punya cukup uang untuk iuran banyak dari mereka yang mengundurkan diri hingga tersisa sekitar 30 nama saja. 25 orang di antara mereka adalah aktivis. sementara 5 orang lagi adalah buruh tenun.

Koperasi mereka bernama The Pioneers, yang menurut sejarawan terinspirasi dari majalah “The Pioneer” sebuah majalah milik para aktivis yang terbit di kota itu. Para pendiri itu mayoritas berasal dari ekonomi terbelakang namun mereka bertekad menggapai tatanan hidup yang lebih baik sebagaimana yang mereka idamkan.

Pada tanggal 21 Desember 1844 mereka mendidikan toko kelontong yang amat sangat sederhana di Toad Lane dengan modal sebesar £ 16. Mereka menjual kebutuhan pokok semisal mentega, tepung,  havermut dan lemak dengan harga terjangkau. Awalnya toko hanya buka seminggu sekali namun mulai Maret 1845 toko mereka melayani setiap hari kecuali hari selasa.

Toko koperasi The Pioneers berkembang secara pesat. Pada 1846 mereka membuka toko daging dan disusul toko kain setahun setelahnya. Tak hanya toko, mereka juga menerbitkan jurnal pada tahun 1948 untuk menyebar luaskan gagasan koperasi untuk anggotanya. Selain itu jumlah keanggotan telah mencapai 148 orang dengan total keuntungan £ 2,276 per tahun.

Menjelang pertengahan abad ke-19 Chartist bubar. Chartist adalah organiasi gerakan buruh yang berjuang melalui jalur politik.  Setelah bubar, banyak aktivisnya beralih ke koperasi. Masuknya para aktivis semakin memperkuat posisi The Pioneers di kota Rochdale karena punya jaringan dan daya tawar secara politik yang cukup kuat.

Pada 1849 lembaga keuangan, semacam bank buruh di kota Rochdale bangkrut. The Piooners datang membantu kemudian mengakuisisi lembaga keuangan strategis itu. Masalah serupa juga dialami lembaga pendidikan the Rochdale People Institute pada 1850. Lembaga itu memiliki perpustakaan dan tenaga pendidik yang handal sehingga The Pioneers mengambil alih pengelolaannya.

Kepemilikan atas lembaga keuangan, pendidikan dan adanya eksponen aktivis buruh membuat The Pioneers menjadi perusahaan sosial ternama di Rochdale. Dimana semua fasilitas itu didedikasikan untuk kemaslahatan anggota yang kian hari selalu bertambah. Dalam rentang 1848 – 1850 mereka memiliki 600 anggota aktif.

 

Co-operative Wholesale Society

Keberhasilan The Pioneers menginspirasi berdirinya koperasi serupa di Rochdale dan daerah lain di Inggris. Karena jumlah koperasi semakin banyak, The Pioneer mulai mendirikan pabrik dengan model kepemilikan bersama dengan beberapa koperasi kecil lain. Salah satunya adalah pabrik pemintalan yang berdiri pada 1854 dan pabrik penggilingan jagung pada 1859.

Karena jumlah koperasi ritel di Inggris makin banyak maka The Pioneers menggagas koperasi grosir untuk memasok kebutuhan pokok koperasi ritel kecil. Maka berdirilah Co-operative Wholesale Society atau biasa disebut CWS pada 1863. Fungsi utama dari CWS adalah memotong jalur distribusi sehingga toko ritel mendapatkan harga murah.

CWS berkembang menjadi grosir dengan skala ekonomi besar. Ada sekitar 12.200 koperasi yang menjadi anggota CWS. Dimana 548 dari jumlah koperasi itu  memiliki anggota sekitar 362.000 orang. Jadilah CWS menjadi gerakan ekonomi dengan keanggotaan yang sangat masif kala itu. Dari segi ekonomi, dalam tempo singkat CWS mencatat angka penjualan sebesar 12 juta pound pertahun. Sebuah angka fantastis untuk era itu.

Perkembangan tak hanya dari segi ekonomi tapi juga pendidikan. Mereka menyisihkan sebagian keuntungan untuk dana pendidikan. Gerakan Koperasi menyediakan perpustakaan dan rutin mengundang profesor dari Universitas Cambridge untuk memberikan kuliah pada anggota. Materi kuliah tidak hanya di bidang ekonomi tapi juga astronomi, matematika dan bidang lain yang dibutuhkan anggota.

Kemudian pada kongres koperasi di Inggris tahun 1870, menetapkan anggaran pendidikan koperasi sebesar 2,5 persen dari keuntungan sebagaimana yang dilakukan di koperasi The Piooner. Pendidikan pada masa itu sangat penting karena banyak dari anggota yang tidak bisa baca tulis dan terbelakang dari segi pengetahuan. Selain itu, pendidikan juga berperan untuk menyamakan pandangan soal visi koperasi.

Keberhasilan The Pioneers di bidang organisasi dan ekonomi menyebar ke berbagai pelosok Eropa. Selain itu, gerakan koperasi di kota Rochdale menjadi teladan gerakan koperasi di seluruh dunia. Dimana banyak para pekerja sosial yang datang ke kota ini kemudian mendirikan gerakan serupa di negaranya. Sebut saja, V.A Huber dari Jerman dan Giuseppe Mazzini dari Italia.

Kini The Pioneers, atau kerap di sebut The Rochdale Pioneer, dianggap sebagai salah satu koperasi modern pertama di dunia serta pelopor koperasi konsumsi. []

 

Bahan Bacaan :

 

About Author: kopkun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

adv bawah kotak
adv dalam