Gula Merah

Setahun Desa Membangun

1gdm

Namanya Gerakan Desa Membangun (GDM). Bukan “Membangun Desa”. Oleh para pegiatnya istilah “Desa Membangun” dibedakan dengan “Membangun Desa”.  Mereka maknai “Desa Membangun” sebagai bentuk aktif dari orang desa untuk membangun, mengelola desanya. Artinya meletakkan (orang) desa sebagai subyek atau pelaku utama pembangunan. Sebaliknya, istilah “Membangun Desa”, hanya meletakkan desa sebagai obyek pembangunan.

Dalam istilah akademisnya, “Desa Membangun” itu bernuansa bottom-up, sedangkan “Membangun Desa” bernuansa top-down. Dan tentu saja, hal itu adalah dua gaya yang berbeda sama sekali. Yang pertama demokratis, sedang yang kedua cenderung otoriter.

Gerakan yang bermula pada 2011 ini mulai santer dibicarakan karena dianggap sebagai terobosan baru dalam tata kelola desa. Sebagai contoh, saat ini tiap desa yang berafiliasi dengan GDM punya situs desa. Misalnya Desa Melung, 20 menit dari kampus Unsoed, punya www.melung.or.id.

Terobosan lain misalnya, seluruh komputer desa tak lagi gunakan Windows, namun Linux. Bahkan bahasanya pun sudah diubah menjadi Banyumasan. Dalam hal administrasi desa, semuanya sudah terkomputerisasi. Jadi bagi masyarakat yang ingin buat Surat Pengantar, tak lagi menunggu lama. Hanya butuh lima menit, klik ini dan itu, dan jadilah surat itu.

Yang menarik lagi, perangkat desanya akrab dengan social media seperti facebook dan twitter. Mereka gunakan social media sebagai salah satu cara mempromosikan potensi desa, misalnya sayur organik, seperti di Desa Melung. Jadi gerakan itu sangat lembut memamah teknologi informasi yang tentu saja berbasis internet. Dan itu semua, dilakukan oleh orang-orang desa!

Tak sekedar social media, bahkan mereka pernah memantau sidang di Gedung DPR RI melalui video streaming. Yang langsung mereka respon melalui twitter. Dan konyolnya, anggota dewan di Senayan justru kaget dan belum siap dengan kemajuan itu.

Rencananya 6-9 Desember mendatang gerakan ini akan gelar Harlah 1 Tahun GDM di Banyumas (www.desamembangun.or.id). Meski baru (akan) berusia satu tahun, gerakan ini telah terbukti banyak memberi solusi konkrit. Tentu saja kekurangan masih ada di sana-sini. Namun dengan melihat semangat zaman (zeitgeist) era 2.0 ini, bisa diproyeksikan gerakan ini akan berkembang dan makin dinamis.

Akhirnya, kita perlu bilang “Selamat Harlah ke-1 GDM. Semoga makin kreatif dan progresif di darat (offline) dan udara (online)!  []

About Author: kopkun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

adv bawah kotak
adv dalam