Gula Merah

Silaturrahmi Koordinator Jejaring SiBulan ke Kopkun

Sibulan

ebagai salah satu manfaat sosial, Kopkun kerjasama dengan Jejaring SiBulan menjadi Sahabat SiBulan. Yakni sebuah komunitas yang menyediakan layanan ambulan gratis, tanpa pungutan apapun, untuk pasien dan jenazah. Sore ini Bapak Zaenal Arifudin, Koordinator Jejaring SiBulan Indonesia, berkesempatan silaturahmi di Kantor Kopkun bersama Heri Kristanto, salah satu pegiatnya. Bagaimana kisah Jejaring SiBulan selengkapnya, simak obrolannya berikut ini.

“SiBulan itu adalah Siaga Ambulan, mulanya adalah programnya Zona Bombong. Lha praktiknya, kewalahan membantu pasien di Banyumas. Lalu gerakan ini diperluas dengan mengajak lembaga-lembaga lain yang memiliki ambulan. Sampai kemudian hari ini SiBulan ini adalah milik banyak pihak, bukan hanya Zona Bombong saja”, terangnya.

Sampai tahun ini Jejaring SiBulan sudah ada di kabupaten-kabupaten lain: Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Kebumen dan Yogyakarta. Ke depan Banjarnegara rencana juga akan gabung. Total ambulan di beberapa kota itu mencapai 30 armada”, terangnya. Selain ambulan, beberapa layanan lain yang sudah bisa difasilitasi seperti Rumah Singgah di Yogyakarta. Lalu ada Sahabat SiBulan seperti: BAZNAS Banyumas, BAZNAS Purbalingga, BAZNAS Kebumen, Kedai Kopi Lolana Purwokerto, Koperasi Kopkun Purwokerto, Cucian Mobil Cermai Purwosari, Bengkel AC Mobil Bram Berkoh, RM Ayam Amoh Gombong, Bubur Sarifah Yogyakarta, Bengkel Mobil Harimatik Sokaraja, pengawalan ambulan dari komunitas motor dan lain sebagainya.

“Ada Mas yang namanya escorting atau pengawalan ambulan dari teman-teman komunitas motor. Teman-teman ini kontribusinya besar dalam membuka jalan, apalagi saat macet. Teman-teman escorting ini selalu memantau di grup emergency response. Misalnya ambulan dari Banyumas, sambung ke Kebumen sampai ke Yogyakarta, estafet. Luar biasa mereka. Itu contoh peran Sahabat SiBulan”, kisahnya dengan semangat.

“Saat ini kita ada dampingan rutin anak-anak penderita leukimia ada 39 anak, yang mana tiap minggu SiBulan harus mengantarkan secara bergiliran berobat ke Yogyakarta. Yang tidak rutin rata-rata 2-3 orang pasien per ambulan per hari. Jadi bila ada 30 armada, maka paling tidak ada 90 pasien yang terlayani”. Mereka semua dilayani secara gratis tanpa pungutan apapun: bensin, uang rokok, uang maka dan lain sebagainya. “Pokoknya gratis tanpa syarat”, ujarnya.

Selain mengantar pasien, SiBulan juga melayani pengantaran jenazah. “Pernah ada yang paling jauh kita antarkan sampai Lampung dan Palembang. Ada juga Jakarta. Bila pakai mobil jenazah rumah sakit, biasanya mereka dipungut 4-5 juta rupiah. Jadi sangat membantu sekali khususnya keluarga yang kurang mampu”.

Pelayanan SiBulan saat ini diutamakan bagi yang kurang mampu, tapi orang sudah mampu pun tetap dilayani. “Sebagian besar sampai hari ini ya warga yang kurang mampu atau yang berobat rutin seperti cuci darah yang bisa seminggu dua kali”, sambungnya.

Bila aktivitas SiBulan demikian padat, bagaimana SiBulan menutup biaya-biaya operasionalnya? “Masing-masing komunitas atau lembaga punya sumber biaya sendiri, seperti Sambel Layah, Dompet Dhuafa dan lain sebagainya. Konteks Jejaring SiBulan hadir bila dari internal lembaga/ komunitas sudah terbatas. Secara terbuka teman-teman akan sampaikan bila ada keterbatasan itu. Rata-rata ya sebulan bisa 4-5 juta rupiah. Awalnya saya pernah pakai uang pribadi, pernah sebulan sampai keluar 20 juta rupiah. Baru kemudian mulai ada donasi dari teman-teman yang lain baik lembaga atau perseorangan”, ujar pria 41 tahun itu.

“Ada cerita menarik, pernah ada satu hari mau berangkatin empat mobil ambulan. Saat itu saldo di rekening Rp. 8.100. Selisih satu jam, sungguh luar biasa, ada orang yang transfer senilai 1 juta yang pas untuk biaya empat mobil itu. Ya benar-benar kehendak Allah SWT”, terang Mas Heri Kristanto menambahi.

Saat ini SiBulan Banyumas ada sembilan orang driver ambulan yang statusnya adalah relawan, kecuali ambulan yang dimiliki lembaga. Sebagian besar relawan bekerja sebagai pedagang dan akan langsung merapat ke markas di Musola Al Ikhlas Perum Purwokencana II bila ada emergency call. Jumlah semua relawan dan pegiat lain SiBulan Banyumas saat ini mencapai 20an orang dari beragam latar belakang. “Ada yang tugasnya ngambil antrian, mereka adalah relawan dari latar belakang tukang parkir. Ada juga relawan untuk menjaga pasien, karena keluarga tidak ada yang bisa. Ada juga yang mengurus administrasi kesehatan seperti BPJS dan lain sebagainya”.

Meski niat teman-teman Jejaring SiBulan tulus, kadang masih saja ada orang yang nyinyir atau memandang kurang baik. “Mereka itu bisa disebabkan karena memperoleh informasi sepotong-potong. Ada yang bilang nomor layanan (hot line) SiBulan sulit dihubungi. Ada yang bilang, katanya gratis tapi kok menerima bila diberi; Yang seperti itu sebenarnya bukan kami meminta bayaran. SOP kami melarang itu. Padahal itu karena kepedulian mereka sebagai ucapan terimakasih. Sehingga tak jarang akhirnya kami menolak atau menerima tapi kemudian dikembalikan kepada yang bersangkutan”, jelas Pak Arif dan Mas Heri.

“Menghadapi yang seperti itu kami cenderung mengabaikannya saja. Bila memang butuh penjelasan, kami berharap agar justru mereka mau bertemu langsung dengan kami agar semua hal bisa diklarifikasi. Pada intinya, gerakan jejaring ini adalah gerakan inisiatif warga, yang lelah menunggu ketakhadiran lembaga-lembaga yang harusnya bertanggungjawab untuk itu. Idealnya yang seperti ini tidak harus, bila lembaga-lembaga itu hadir berinisiatif, berlomba untuk membantu kepada yang butuh. Kami hadir ini bukan kewajiban, tapi dengan sekedarnya energi kami mencoba melakukan sesuatu. Jadi bagi yang suka nyinyir itu, kami justru mengajak mari berlomba-lomba membangun karya sosial”, terang Heri merespon berbagai tuduhan miring kepada SiBulan. []

Media Sosial

  1. https://www.facebook.com/siaga.ambulan.3
  2. https://www.facebook.com/groups/1808403506043883/

Akses Jejaring SiBulan

  1. Bila membutuhkan ambulan gratis langsung hubungi Call Center: 082233001118, dengan menyampaikan: Nama Pasien, Alamat Penjemputan dan Tujuan, Waktu Penjemputan, Jenis Ambulan (duduk/ berbaring), fasilitas tambahan (oksigen/ kursi roda/ tenaga medis). Sebaiknya ada yang mendampingi dari keluarga.
  2. Bila ada yang mau berdonasi bisa langsung ke rekening Jejaring SiBulan: BCA 0461715817 (An. Zaenal Arifudin Hidayat). Bila sudah mendonasi, harap memberikan informasi/ notifikasi ke nomor Call Center.

Berita Jejaring SiBulan

  1. https://purwokertokita.com/peristiwa/butuh-ambulan-gratis-hubungi-si-bulan.html
  2. https://www.youtube.com/watch?v=5EAfOIi-has

About Author: kopkun

1 Comment

  • yossy suparyo

    Aug 14, 2017

    Reply

    Kisah yang inspiratif, berbekal ketulusan dan sedikit nekad, layanan Si Bulan tetap berjalan untuk mereka kaum lemah di negeri. Semoga layanan seperti ini dapat ditiru oleh institusi pemerintah karena mereka mengelola dana publik yang besar. Si Bulan merupakan bentuk dan model inklusivitas pelayanan publik, salam desa membangun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

adv bawah kotak
adv dalam