Gula Merah

Indonesia dalam Angka 2013

indo

Meski angka pada indeks belum tentu menggambarkan kondisi senyatanya, namun indeks tetap kita butuhkan seperti layaknya snapshoot. Ya, snapshoot tidak bisa memotret secara mendalam. Tapi bisa memberi gambar besar tentang posisi kita saat ini.

Dengan cara seperti itu, kita bisa membaca kondisi Indonesia di penghujung tahun 2013 ini. Tetap dengan catatan, bahwa seringkali fenomena mewujud bagai gunung es. Artinya, apa yang terlihat hanyalah puncak, bukan badan gunung es yang boleh jadi, sangat besar.

Dengan menginsyafi kelemahannya, maka kita bisa membaca indeks dengan lebih tepat. Tidak terpukau begitu saja saat trennya positif. Sebaliknya, tak cepat pesimis saat trennya negatif. Pada posisi seperti inilah kami rangkumkan kondisi Indonesia melalui beberapa indeks utama.

Persepsi Korupsi. masalah korupsi di Indonesia  sudah menjadi menu wajib semua media. Dan posisi Indonesia saat ini pada peringkat 114 dari 177 negara dengan skor 32 pada Corruption Perception Index (CPI). Peringkat itu lebih bagus daripada tahun sebelumnya, 118. Bila dibandingkan, Indonesia lebih baik sedikit dibanding Vietnam, 31 dan Timor Leste 30.

Pembangunan Manusia. Sedikitnya ada tiga hal yang menyusun: angka harapan hidup, pendidikan dan daya beli masyarakat. Laporan tahun 2013, Indonesia peringkat 124 dari 187 negara dengan skor 0,629. Peringkat itu naik sedikit daripada tahun sebelumnya pada level 121. Namun capaian itu masih rendah dibanding dengan tetangga kita: Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Pertumbuhan Ekonomi. Pada kuartal III, ekonomi kita mencapai 5,62 persen dan 5,82 persen sampai bulan September 2013. Angka tersebut menunjukkan tren positif. Sebagai pembanding, pertumbuhan ekonomi Thailand pada tahun yang sama 3,8 persen. Dan sektor yang  signifikan menyumbang angka itu dari Industri Pengolahan, Pertanian, dan Perdagangan, Hotel dan Restoran masing-masing memberikan kontribusi sebesar 23,11, 15,21 dan 13,88 persen.

Ketimpangan Ekonomi. Sayangnya pertumbuhan ekonomi tak banyak merubah struktur sosial-ekonomi masyarakat. Pasalnya, melalui Gini Ratio Index, lima tahun terakhir indeks Gini kita menjauhi angka 0 dan mendekati angka 1. Berturut-turut indeksnya: 0,37; 0,38 ; 0,39 ; 0,40 dan 0,41 untuk tahun 2013. Angka ini menyiratkan bahwa kesenjangan ekonomi masyarakat Indonesia semakin tinggi.

Aset Indonesia. Lantas bagaimana kondisi aset-aset Indonesia dengan makin agresifnya pasar bebas? Pada sektor perbankan investasi asing telah menguasai 50% aset perbankan tanah air. Migas dan batubara telah dikuasai asing sampai 70-75%. Sektor telekomunikasi juga tak indah, 70% aset dikuasai asing. Sedang pada pertambangan emas dan tembaga sudah mencapai 80-85%. Dan sektor pertanian sudah dikuasai asing sebesar 40%.

Itulah snapshoot kondisi Indonesia di penghujung 2013 ini. Jadi pertanyaannya, mau seperti apa Anda dan kita ke depan? []

Sumber: Buletin Kopkun Corner Edisi 30 Desember 2013

About Author: kopkun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

adv bawah kotak
adv dalam