Sakti Manfaat

Bangun Koperasi, Mulailah dari Kaderisasi

Ditemani singkong goreng dan kopi hitam, bertempat di Pangkalan Akses Komunitas Desa Melung diskusi itu dilaksanakan pada 4 September 2013 lalu. Budi Ragiel, aktivis Gerakan Desa Membangun (GDM) mulai membuka obrolan dengan cerita perkembangan GDM saat ini.

“Saat ini GDM masih berkonsentrasi pada pembangunan IT untuk administrasi desa. Nah, yang belum dikembangkan adalah content-content sosio-ekonmi buat masyarakat. Dan saya pikir teman-teman bisa ikut sumbang saran”, terangnya.

Kail itu kemudian disambut panjang-lebar oleh Suroto, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Indonesia. Ia menuturkan, “Kita bisa memulainya dari hal yang sederhana, misalnya kebutuhan domestik masyarakat seperti beras dan sembako lainnya. Kebutuhan itu bisa dikelompokkan dan diorganisasikan melalui koperasi”.                                                            

Lalu Pak Gino, aktivis GDM, menambah, “Sebenarnya kita sudah punya beberapa data potensi desa. Seperti misalnya sayur organik, kopi dan sebagainya”. “Saya pikir itu sudah bagus sekali. Jadi kita bisa memulainya dengan analisis sosial-ekonomi desa”, sambung Lukas Arimurti dari AKSES Indonesia.

Diskusi siang hari itu juga diikuti oleh Lurah Melung, Bapak Khoerudin, Firdaus Putra, Manajer Organisasi Kopkun dan Mas Heri, Manajer CU Cikalmas. Dan nampaknya gayung bersambut dengan hangatnya sambutan Pak Budi Ragiel dan Pak Lurah Melung.“Jadi goal-nya apa dari pertemuan kita siang ini?”, tanya Pak Budi.

“Kita bisa memulai dengan membangun kader yang akan mengawal pembangunan koperasi di Melung ini. Pembangunan koperasi butuh waktu yang lama. Karenanya harus ada kader-kader yang siap mengawal”, jawab Suroto. Jumlah kader bila ada 20-30 orang yang jika memungkinkan dari pemuda. Tapi tetap ada orang tua juga untuk mengawal spiritnya. Soal komitmen, orang tua dan anak muda bisa sama-sama kuatnya. Namun soal kecepatan dan energi, anak muda bisa diandalkan.

Tahap selanjutnya setelah melakukan kaderisasi itu, kita perlu menyusun Rencana Strategis (Renstra). Dari Renstra itulah dapat kita identifikasi koperasi apa yang realistis bisa didirikan di Melung sebagai pilot project.                           

Baru kemudian kita dapat kembangkan pilot project itu ke sektor lain, misalnya koperasi kredit, koperasi konsumsi, koperasi produksi atau lainnya. Juga bisa dikembangkan ke desa lain.

Setelah tiga jam berdiskusi, akhirnya disepakati untuk menyelenggarakan kaderisasi di Desa Melung yang kemungkinan diadakan akhir Oktober atau awal November mendatang.  Mari kita tunggu dan semoga berlangsung sesuai rencana. []

About Author: kopkun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

adv bawah kotak
adv dalam