Sakti Manfaat

CUSS, Software Sosio-Ekonomi (3 dari 4)

Credit Union Smile System atau CUSS merupakan software yang dikembangkan secara mandiri oleh CU Tyas Manunggal. Software itu sedikit berbeda dengan piranti Simpan Pinjam lain seperti Sikopdit, Sicundo atau lainnya. Pasalnya CUSS tak hanya memotret kinerja aktivitas simpan pinjam serta akuntansi belaka, melainkan juga pengembangan anggota mereka.

“Software ini kan hanya alat bantu, Mas. Yang terpenting adalah kita tahu tujuannya yang bagaimana”, terang Mas Tanto. Dia menjelaskan bagaimana rekayasa software itu dimulai karena adanya ketimpangan informasi di antara Pengurus dan Manajemen. “Padahal di situlah masalahnya. Ada ketimpangan informasi berarti ada ketimpangan kekuasaan, Mas. Kalau bahasa ndakiknya itu kuasa pengetahuan yang timpang”, ujarnya panjang-lebar sembari mengutip Foucault.

Dengan adanya software itu, setiap Pengurus dan Manajemen dapat mengetahui dinamika kinerja koperasi. Juga yang terpenting adalah “kinerja anggota” yang dilaporkan oleh para Kader HALO di lapangan. Sebagai gambaran software itu memotret agenda serta dinamika kelompok anggota atau pertemuan dalam Focus Group Symbiosis (FGS). Software juga mendata aset anggota serta menyertakan foto aset yang dimaksud: warung, hewan ternak dan sebagainya.

“Dulu sebelum software ini ada, karyawan pulang sampai jam lima bahkan enam. Kita mikir, pasti ada yang salah dengan cara kerjanya. Saban hari mereka selalu butuh waktu tambahan untuk membuat rekapitulasi/ laporan”, ujar Mas Jaiz. Dengan software itu, sekarang semua karyawan pulang tepat waktu, jam empat sore. Dan itu artinya semua laporan sudah selesai pada hari itu. Semua akun keuangan secara otomatis tersusun dengan fitur akuntansi yang ada di software tersebut.

“Kami tidak lagi disibukkan dengan urusan administrasi. CUSS membuat kerja lebih mudah. Akhirnya energi kami fokuskan untuk mengembangkan dan merawat anggota”, ujar Mas Jaiz. Software itu juga sudah mendata golongan darah anggota, sehingga sewaktu-waktu bila ada anggota Tyas Manunggal yang butuh bantuan darah, bisa disebarluaskan. Software itu mendukung fitur SMS Gateway yang difungsikan untuk: mengingatkan Simpanan Wajib/ Angsuran bulanan, ucapan ulang tahun dan berbagai pengumuman lainnya.

Saat kami bertanya berapa biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan software itu? “Ada dua CU lain sudah memakainya, di Jogja dan Wonosobo. Mereka membayar kepada Pak Bastomi, selaku programernya. Kalau tak salah ada yang 40 dan 70 juta”, jawab Mas Tanto. Sebenarnya ini bukan soal berapa biaya, namun lebih kepada kesiapan para penggunanya. Mas Jaiz mengisahkan bahwa software itu akan “memaksa” Pengurus dan Manajemen untuk transparan dan memerhatikan anggotanya.

CUSS memang sedari awal dirancang untuk menjawab pengembangan anggota. Software keuangan atau simpan pinjam konvensional dipastikan tak dapat menjawab kebutuhan itu karena cenderung fokus pada perusahaan koperasinya. Sebaliknya, software ini cenderung fokus pada anggota koperasinya. Ini yang membuat CUSS berbeda dan tidak bebas nilai seperti software-software lainnya. “Software ini sebenarnya adalah upaya menurunkan dan menerjemahkan nilai-nilai koperasi dalam aktivitas detailnya. Software ini ruhnya ya koperasi”, ujar Mas Tanto.

CUSS secara interaktif juga dapat diakses lewat ponsel berbasis Android. Dengan cara begitu, Pengurus yang tak saban hari harus ke kantor, dapat memantau kinerja koperasi dari rumah dan lewat ponselnya. Ini tentu sangat membantu bagi Pengurus koperasi yang memiliki pekerjaan/ aktivitas pokok lainnya, seperti Mas Tanto, Ketua CU TM, yang adalah seorang wiraswasta dan pengurus lainnya.

Mas Tanto menuturkan bahwa CUSS juga dapat merekam tingkat keaktifan masing-masing Pengurus. “Metodenya lewat laporan yang dikirim Pengurus tertentu kepada server pusat. Imbasnya reward antar Pengurus bisa berlainan karena tingkat keaktifan yang berbeda”. Hal itu dibuat dalam rangka menjaga cara kerja berbasis merit system dan distribusi hasil yang adil sesuai kontribusi energi, waktu dan pikirannya.

CUSS, seperti namanya “smile system” benar-benar terlihat sebagai software yang membuat orang bisa tersenyum. Model e-office seperti itu terbukti dapat membuat kepemimpinan koperasi yang kolektif kolegial menjadi hal yang mungkin dilakukan. “Sekarang karena semua orang tahu data, tidak ada lagi orang yang kita kultuskan atau kita anggap paling tahu di Tyas Manunggal. Semuanya sama, egaliter, Mas”, ujar Mas Tanto.

Saat studi banding 15-16 November 2016, rombongan kami (Kopkun dan CU Sae) sempat didemonstrasikan tampilan CUSS dengan berbagai detail fiturnya. CUCC benar-benar software yang koperasi banget! []

  • Bagian 1: https://kopkun.com/event/tyas-manunggal-koperasi-pemberdaya-1-dari-4.html
  • Bagian 2: https://kopkun.com/event/kader-halo-kader-yang-menghidupkan-2-dari-4.html
  • Bagian 4: https://kopkun.com/event/tyas-manunggal-melampaui-indikator-pearls-4-dari-4.html

About Author: kopkun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

adv bawah kotak
adv dalam