Sakti Manfaat

Kader HALO, Kader yang Menghidupkan (2 dari 4)

CU Tyas Manunggal hanya memiliki 13 karyawan tetap yang melayani 2300 anggota. Ditambah dengan 5 orang Pengurus dan 3 orang di Badan Pengawas. Di luar itu Tyas Manunggal memiliki kaki-kaki yang langsung bersentuhan dengan anggotanya. Mereka adalah para Kader HALO. HALO ini kependekan dari “Hidup Akan Lebih Oke”, yakni moto Tyas Manunggal saat ini.

Kader HALO merupakan anggota yang dihidup di tengah-tengah anggota lainnya. Jumlahnya saat ini mencapai 40 orang dan ditargetkan tahun depan menjadi 50 orang. “Kader ini sifatnya volunteer, bisa tua bisa muda. Yang penting bisa ke sana ke mari”, terang Mas Jaiz. Karena sifatnya volunteer Kader tidak digaji, namun diberikan insentif sesuai dengan kinerja mereka. “Bila mereka beraktivitas, bisa memperoleh insentif sampai 1 juta rupiah. Bila tidak, ya tidak memperoleh sama sekali”, lanjutnya.

Pengurus sebelumnya menyiapkan kerangka kerja/ aktivitas kader yang secara umum dibagi menjadi tiga: Pendampingan Calon Anggota, Pendampingan Anggota dan Pendampingan Peminjam. Aktivitas konkretnya dalam Pendampingan Calon Anggota adalah: Sosialisasi, Fasilitator Pendidikan Dasar, Konseling dan Kolekting Simpanan.

Yang kedua adalah Pendampingan Anggota seperti: Memberikan konseling dan kolekting simpanan dan angsuran; Menghadiri pertemuan kelompok dan mengunjungi anggota; Dan melakukan pendampingan dalam Focus Group Symbiosis (FGS) yang ada. Dan tugas ketiga yakni Pendampingan Peminjam adalah mengunjungi dan mengecek anggota yang meminjam untuk memastikan dana pinjaman tersebut sesuai dengan rencana pengajuan.

“Semua aktivitas itu dikerjakan dalam waktu seminggu dengan target 40-50 anggota per kader. Praktiknya hanya menghabiskan waktu 4 jam saja. Jadi bisa dilakukan oleh ibu-ibu di waktu senggangnya”, terang Mas Tanto. Bila dijumlahkan maka total aktivitas kader hanya 16 jam sebulan dengan capaian maksimal insentif 1 juta rupiah. Tentu balas jasa yang bagus, bukan? Meski demikian sebagian besar anggota menjadi kader bukan karena iming-iming insentif tersebut, melainkan karena kepeduliannya untuk membesarkan CU mereka.

Setiap bulan Kader-kader HALO akan melakukan evaluasi bersama Pengurus dan Manajemen. Dan saban hari/ minggu mereka melaporkan aktivitasnya lewat Grup Whatsapp. Dari sana Pengurus dan Manajemen bisa memonitor dan memberi umpan balik apa yang terjadi di lapangan. “Setiap kader kami bekali dengan smartphone agar bisa untuk memoto. Saat ini mereka menyicil tanpa bunga”, tegas Mas Jaiz.

Dalam formulir pengajuan kredit tertera “Penjamin Anggota”, di situ nanti akan diisi nama Kader HALO dimana anggota masuk dalam kelompoknya. Dengan cara seperti itu, setiap anggota yang meminjam ke Tyas Manunggal dipastikan aman. “Kami memperoleh informasi senyatanya tentang anggota yang bersangkutan dari para kader. Ya, karena kader itu adalah tetangga mereka sendiri”, sambungnya Tanto. Imbasnya adalah kredit lalai di Tyas Manunggal sangat kecil.

Pada kasus terjadi kredit lalai, kader akan diminta manajemen atau pengurus untuk mengecek anggota yang bersangkutan. Hal itu dilakukan berangkat dari pengalaman bahwa ketika yang mengunjungi manajemen, anggota cenderung takut dan malu. Namun ketika yang mengunjungi kader, mereka bisa curhat secara terbuka mengapa sampai menunggak angsuran.

Dalam kasus itu, Kader akan membujuk ke anggota tersebut agar datang ke kantor dan mengisahkan sebab-musabab tunggakannya. “Kader kami minta untuk menjelaskan bahwa hal tersebut ada solusinya. Dan bertemu manajemen adalah untuk mencari solusi yang baik untuk semuanya”, terang Mas Jaiz.

Selain itu, kader juga melakukan kolekting simpanan anggota. Bila minimal ada 10 simpanan anggota yang terkumpul di rumah kader tertentu, manajemen akan mengambilnya dengan Mobil HALO. Lewat mobil itu transaksi dilakukan secara real time dan langsung terhubung dengan server di kantor CU. Namun bila kurang dari 10, kader harus mengantarnya ke kantor.

Kader-kader HALO adalah ujung tombak CU Tyas Manunggal dalam sosialisasi di masyarakat. Saat ini biasanya mereka yang akan ditanya-tanya oleh tetangga sekitar/ masyarakat yang ingin gabung menjadi anggota. Kader akan menerangkan di awal bahwa menjadi anggota CU ada tahap yang harus dilalui: Calon Anggota (CA) selama 3 bulan. Dalam masa orientasi 3 bulan itu, CA akan dibangun kesadarannya untuk menabung. Minimalnya harus terkumpul Rp. 300.000 baru kemudian bisa menjadi anggota.

Bagaimana bila seseorang saat itu memiliki uang Rp. 400.000, apakah bisa langsung menjadi anggota? “Tidak, Mas. Karena tiga bulan itu bukan masalah besar-kecilnya tabungan, melainkan perubahan perilaku yang kami kehendaki”, ujar Mbak Oktavia, seorang staf. Bahkan di momen tertentu dimana seseorang bersikeras dan merasa rumit menjadi anggota koperasi, Kader atau Manajemen akan menolak yang bersangkutan.

“Kuncinya terletak di penyaringan CA yang ketat. Kami praktikkan mekanisme ini sekira tiga tahun belakangan. Dan hasilnya memuaskan”, ujar Mas Jaiz. Maka bisa dibilang Tyas Manunggal “tidak jual murah koperasi” ke sembarang orang. Bagi yang mau mengikuti mekanisme keanggotaan, akan diterima. Sebabnya adalah karena setelah menjadi anggota, mereka akan didampingi oleh CU. Orientasinya bukan kuantitas, namun kualitas. Meski demikian, ada satu momen dimana dalam satu bulan yang mendaftar anggota mencapai 40-75 orang.

Kader-kader HALO adalah bukti nyata Tyas Manunggal membangun koperasi dengan fokus kepada orang, bukan uang. Langkah konkretnya adalah dengan membangun dan memperbanyak ruang perjumpaan yang menghidupkan kepada anggota. Dan efektivitas sapaan itu dikerjakan oleh para kader yang saat ini terdiri dari 3 laki-laki dan 37 perempuan.

Itulah cuplikan saat Unit Simpan Pinjam Kopkun dan CU Sae melakukan studi banding ke CU Tyas Manunggal di Bantul pada 15-16 November 2016 lalu. Tyas Manunggal, memang beda! []

  • Bagian 1: https://kopkun.com/event/tyas-manunggal-koperasi-pemberdaya-1-dari-4.html
  • Bagian 3: https://kopkun.com/event/cuss-software-sosio-ekonomi-3-dari-4.html
  • Bagian 4: https://kopkun.com/event/tyas-manunggal-melampaui-indikator-pearls-4-dari-4.html

About Author: kopkun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

adv bawah kotak
adv dalam