Sakti Manfaat

Tyas Manunggal, Koperasi Pemberdaya (1 dari 4)

Bila definisi koperasi itu sebagai himpunan orang, maka Tyas Manunggal termasuk di dalamnya. Pasalnya yang menjadi fokus utama adalah orang-orangnya, bukan uangnya. Hal itu bukan isapan jempol belaka. Seluruh aktivitas Tyas Manunggal yang berbentuk Credit Union (CU) atau Koperasi Simpan Pinjam (KSP) tertuju pada pemberdayaan anggota.

Pemberdayaan anggota itu dengan jalan membangun komunitas/ kelompok anggota sebagai ruang kerjasama yang manfaati. Ruang itu mereka sebut sebagai Focus Group Symbiosis (FGS). Misalnya saja, kelompok anggota peternak ayam, kelompok kain perca, kelompok ternak sapi, kelompok makanan kecil dan seterusnya. Lewat FGS itu Tyas Manunggal membangun kapasitas dan keberdayaan anggotanya yang berjumlah 2300 orang.

Model pemberdayaan seperti itu membuat Tyas Manunggal benar-benar menjadi lembaga penyangga (buffer institution) kebutuhan anggota. “Bukan hanya meminjamkan uang, misalnya untuk usaha, namun kami juga melakukan pendampingan usaha anggota”, terang Mas Jais, manajernya. Bahkan, katanya, dalam beberapa kasus tertentu anggota sebenarnya tidak membutuhkan (pinjaman) uang, namun hanya konseling/ bimbingan tentang pemasaran, kontrol kualitas, pelatihan keterampilan, pengelolaan keuangan dan kebutuhan non-finansial lainnya.

Pengurus Tyas Manunggal menyadari betul bahwa koperasi hadir untuk membangun kapasitas anggota. “Yang harus besar adalah anggotanya, bukan perusahaan koperasinya”, tegas Mas Tanto, Ketua saat ini. Filosofi itu yang mewujud dalam visi Tyas Manunggal 2016-2020, “Terwujudnya CU Tyas Manunggal sebagai komunitas kesejahteraan” dengan misilnya meningkatkan kualitas hidup secara utuh dengan bertumpu pada nilai-nilai dan kearifan hidup bersama.

Peta jalan untuk mencapai visi-misi itu ada tiga: 1. CU yang Melibatkan, berarti menjumpai, hadir bagi orang lain dan mengajak bergiat besama dalam membangun kehidupan baru; 2. CU yang Mengembangkan, berarti meningkatkan kualitas hidup anggotanya; 3. CU yang Mencerdaskan, berarti memberdayakan diri secara pribadi dan bersama-sama sehingga mampu memilih dan menentukan arah kehidupan yang sesuai, bermakna dan bernilai secara berkelanjutan.

Peta jalan itu menjadi serangkaian yang benar-benar operasional. Langkah konkret yang pertama adalah dengan membangun kader sebagai simpul-simpul anggota. Saat ini kader mereka berjumlah 40 orang dimana kader adalah anggota dan hidup di tengah-tengah anggota. Para kader itu sifatnya volunteer. Mereka bukan karyawan. Sedangkan total karyawan Tyas Manunggal sendiri hanya 13 orang yang semuanya muda-muda.

Langka yang kedua adalah membangun komunitas/ kelompok-kelompok anggota yang dibedakan menjadi dua: berbasis profesi dan wilayah. Di ruang ini kader menjadi penggerak yang membangun daya dukung untuk anggota. Bahkan capaian saat ini pada kelompok anggota berbasis profesi/ usaha, secara mandiri dapat menangkap peluang bisnis kain perca, pasca pelatihan tentang perca seminggu setelahnya.

Langkah ketiga adalah dengan mencerdaskan anggota lewat aktivasi Pendidikan Dasar dan Lanjutan yang dilaksanakan secara ketat dan disiplin. Setelah tiga bulan menjadi Calon Anggota (CA), seseorang akan dididik tentang pemahaman dasar berkoperasi/ CU. Selepas itu tiga bulan berikutnya adalah Pendidikan Lanjutan dan secara berturut-turut melalui berbagai pelatihan dalam kelompok anggota. Untuk maksud tersebut Tyas Manunggal mengalokasikan Dana Pendidikan mencapai 200-300 juta / tahun. Itu termasuk untuk membiayai Bimbingan Belajar yang diselenggarakan secara cuma-cuma untuk anak para anggotanya.

“Sekarang energi kami tidak disibukkan soal uang, akuntansi, laporan keuangan, kredit macet dan tetek bengek lainnya. Justru semua energi fokus bagaimana caranya membangun kesejahteraan anggota itu”, terang Mas Tanto. Meski tak “memikirkan soal uang”, capaiannya justru luar biasa. Kredit lalai hanya 5 orang dari 1300 peminjam, itu artinya sangat rendah sekali. Dengan guliran pinjaman ke anggota mencapai 13 milyar rupiah.

Kekuatan Tyas Manunggal sejatinya terletak di kaki-kaki organisasi itu: kader. Lewat kader-kadernya Tyas Manunggal bisa menyapa anggota saban hari. Dalam suasana spontan, saat kunjungan kami ke sana, sekira jam tujuh pagi Bu Narti (Kader), seorang kader sedang bersama dua orang anggota. Situasi serupa terulang kembali pada pukul 10 pagi. Ibu paruh baya menyapa Bu Narti dengan keperluan minta ditemani ke kantor CU untuk keperluan meminjam.

“Kata kuncinya adalah menyapa anggota dan hadir dalam setiap tahap kehidupannya”, ujar Mas Jaiz. “Sehingga moto kami sekarang adalah Hidup Akan Lebih Oke disingkat HALO”, maksudnya adalah hidup akan lebih oke bersama CU Tyas Manunggal. “Menyapa anggota” ini boleh jadi nampak sederhana. Namun bagi Tyas Manunggal yang beroperasi di wilayah pedesaan di Bantul, hal itu menjadi kearifan lokal yang membumi. Setiap anggota merasa diuwongke (diorangkan) sehingga mereka benar-benar merasakan manfaat CU.

Keramahan itu juga kami rasakan di tiap anggota yang kami singgahi. Berbeda dengan studi banding lainnya, kami diinapkan di rumah-rumah anggota dengan model live in. Semalam bersama anggota mereka, kami memperoleh banyak kisah langsung dari para anggotanya. Paginya kami diajak berkunjung ke anggota lain yang memiliki usaha.

Seluruh rombongan kami: 7 orang dari Koperasi Konsumen Kopkun dan 6 orang dari Kopdit SAE, benar-benar memperoleh pencerahan dan pengalaman yang berharga. Yang bila bisa diringkas kurang-lebih adalah: saat koperasi memerhatikan orangnya, maka uang itu menjadi urusan yang mudah. Sebut saja misalnya saat ini Tyas Manunggal memiliki aset mencapai 18 milyar dengan indikator PEARLS yang tercapai semua.

Dua hari, 15-16 November 2016, boleh jadi waktu yang sangat pendek untuk merekam hal ihwal Tyas Manunggal. Namun di dua hari itu pula, banyak kisah inspiratif yang bisa kami bagi. Tunggu bagian selanjutnya. []

  • Bagian 2: https://kopkun.com/event/kader-halo-kader-yang-menghidupkan-2-dari-4.html
  • Bagian 3: https://kopkun.com/event/cuss-software-sosio-ekonomi-3-dari-4.html
  • Bagian 4: https://kopkun.com/event/tyas-manunggal-melampaui-indikator-pearls-4-dari-4.html

About Author: kopkun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

adv bawah kotak
adv dalam